Hi, Guys ! welcome to StudentMagz.com. | Baru Disini? | Chatting Yuk! | Register | Sign In

01 February, 2011

Puisi Ditinggal Kekasih

Puisi Ditinggal KekasihPuisi Ditinggal Kekasih
-----------------------
Judul: Ditinggal Kekasih

Untuk apakah diri ini termangu

Demi siapakah hati ini berseru

Dimana lagi harus kucari bayangmu

Sampai kapankah ku harus menunggu

Ku berpikir bagaimana lagi caraku mengadu

Di benakku hanya tersimpan tanya mengapa engkau berlalu meninggalkanku

Dalam kesunyian aku mencari

Jawaban rindu yang terus menyakiti

Di bawah terik mentari aku menanti

Kehadiranmu wahai penyejuk hati

Dalam bayang keraguan yang senantiasa menguasai

Namun ku takkan pernah menyerah

Meski raga ini begitu lelah

Raga yang penuh rasa bersalah

Raga yang selalu kalah

Saat berperang melawan amarah

Namun selalu kucoba melangkah

Hadapi semua cobaan meski tiada arah
-------------------
Puisi Ditinggal Kekasih

11:04 AM | 0 komentar

Teks Pidato Hari Kartini Bahasa Inggris

Contoh Teks Pidato Hari Kartini Bahasa Inggris
Pidato Bahasa Inggris memperingati Hari Kartini

Sample Speech Commemorating the Day of Kartini
Contoh Teks Pidato Hari Kartini dalam Bahasa Inggris
---------------

Dear Mr and Mrs ...
Dear Mr. Chairman of the RW ...
Mr Chairman of the RT ...
Adolescents and youth peer territory ...
Ladies and noble presence,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Prosperous and happy congratulations also goes to our audience and the presence of a religion other than Islam.

On this happy morning, let us reflect and pray together for a moment, hopefully we are up this morning still blessed with happiness by God the Almighty, given the power to give thanks always, the grace and guidance of Almighty God. Gratitude, let us prove to keep running and stay away from the obligation imposed by Allah the Lord is the Most Just.

Furthermore, on this blessed morning, we should also grateful for the opportunity given by God the Almighty God's love, who by his grace we can also jointly held a ceremony commemorating the "Day of Kartini." Kartini's name, is not foreign. Even in this present life had etched an attitude, especially the attitude of the mother, the attitude of the adolescent, who reflects the ideals of the noble mother of Kartini.

As a woman who certainly could not leave his nature as a woman, it now increasingly appears that the fellow seated himself as a warrior nation, has been able to put ourselves Indonesian woman as a fighter who did not want to say number two on the men.

That being assertive women that directly reflect the ideals of Kartini's nobility. That attitude also shows how the Indonesian human rights is addressed. Especially a woman's right to participate in putting yourself to build your nation of Indonesia.

It is not exaggerating if women today are able to talk parallel to the menfolk. Even in our village has a lot of women who rank even higher than some of the brothers. This shows that our nation, especially the women really have realized how important the role and ability of women in upholding the life of the nation, state and society.

We always commemorate Kartini Day every year. But should not at times when we display this warning just reserved for the work and women. But more than that, hopefully every day, every period of the Indonesian women still struggling and still aspire, as a nation that perfumed name.

May God always bless us, especially the women of Indonesia in establishing national and state life. May the glorious women grow, grow strong in keeping the big names of the nation, state, society, and do not forget, may remain victorious in keeping the family name. Amen!

Suffice it used to welcome us all, billahitaufiq walhidayah,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
------------------------
Contoh Teks Pidato Hari Kartini Bahasa Inggris
Pidato Bahasa Inggris memperingati Hari Kartini
8:35 AM | 1 komentar

Naskah Pidato Memperingati Hari Ibu

Naskah Pidato Memperingati Hari Ibu, Contoh, naskah pidato dibawakan dalam rangka memperingati Hari Ibu.
---------------------
Pidato Hari Ibu

Hadiri dan hadirat yang kami muliakan,
Ibu-ibu yang kami cintai,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi hadirin dan hadirat yang beragama selain Islam.

Pertama-tama marilah kita panjatkan syukur kepada Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikan kepada kita sekalian, yang dengan rahmat-Nya pula kita bersama-sama bisa berkumpul disini untuk yang kesekian kalinya, khususnya pada pagi ini dalam rangka memperingati dan menyemarakkan “Hari Ibu”.

Selanjutnya, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Tuhan atas kekuatan yang telah diberikan kepada kita khusunya kepada para Ibu, yang sampai hari ini masih belum kehilangan semangat juangnya dalam menangkap sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam hikmah “Hari Ibu” yang kita peringati bersama-sama dengan para Ibu di seluruh wilayah Indonesia tercinta ini.

Hadirin yang mulia khususnya para Ibu.
Peran Ibu pada masa sekarang tampaknya makin meningkat. Bersamaan dengan itu, makin berat pula tantangan yang kita hadapi. Namun sebagai bangsa yang besar, maka kita tentunya sepakat untuk pantang menyerah, pantang mundur dan pantang mengeluh. Semua tantangan hidup sehari-hari seakan makanan lezat yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan penuh kesadaran.

Di tengah-tengah semakin berkembangnya tekhnologi yang semakin canggih, ibu-ibu juga bisa merasakan, betapa hebat dampak dari perkembangan teknologi tersebut di keluarga kita ini. Tanggung jawab seorang ibu dihadapkan kepada berbagai masalah, berbagai ragam tantangan, berbagai bentuk persoalan, bahkan masalah kaum Bapak pun sudah menjadi bagian dari permasalahan para Ibu. Untuk itu kami menghimbau, janganlah kaum Bapak menganggap kecil peranan kaum Ibu. Sebab tanpa Ibu, kita ibarat burung tak kan pernah terbang sempurna. Ibarat burung tak kan pernah terbang perkasa.

Kaum Ibu hendaknya juga menyadari bahwa dengan tugas berat sekarang ini harus tetap waspada terhadap tanggung jawab hidup. Tanggung jawab ibu sekarang tidak hanya terbatas pada tanggung jawab dapur dan tempat tidur saja. Lebih dari itu sudah tiba saatnya kaum Ibu membantu para Bapak, jika perlu membantu tugas Bapak di luar rumah, di kantor bahkan kalau perlu juga di medan perang.

Hadirin yang mulia tentunya kita juga tetap tahu batas. Janganlah mencampuri yang bukan urusan kita. Namun tetaplah waspada. Kapan kita boleh membantu, kapan kita wajib membantu dan kapan pula kita menentukan sikap terhadap kaum Bapak. Semuanya itu kita lakukan untuk menjaga citra sebagai Ibu. Suatu citra yang harus bersummber kepada kepribadian bangsa, yakni kepribadian sebagai bangsa yang luhur, yakni kepribadian Pancasila dan UUD ‘45.

Dalam menjalankan tugas sehari-hari semoga Allah SWT senantiasa bersama kita. Masih banyak yang harus kita lakukan. Masih banyak yang belum selesai. Selamat berjuang, selamat menjalankan tugas , hingga tercapai keluarga yang bahagia, keluarga sejahtera di atas ridla Allah SWT. Amin..

Hadirin sekalian, demikian sambutan dari kami, mohon maaf jika ada tutur kata kami yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
---------------------
Contoh Naskah Pidato Memperingati Hari Ibu
7:32 AM | 1 komentar